Rabu, 17 Oktober 2012

SELAMAT HARI BURUH... MAY DAY.. MAY DAY..MAY DAY...

Setiap mendengar kata Solidaritas, saya selalu teringat dengan sosok yang dikenal dengan nama Lech Walesa, si kumis tebal setebal kumis mas Adam-nya mba Inul. Lech Walesa adalah tokoh pergerakan kaum buruh di Polandia yang pada akhirnya mengantarkannya menjadi presiden pada tahun 1990 serta mendapatkan hadiah nobel perdamaian tahun 1993. Ia turut mendirikan Solidarnosc (solidaritas), suatu serikat kerja pertama kali yang ada di blok soviet. Perjuangan Lech Walesa selalu menonjolkan arti solidaritas, sebagai ungkapan dari rasa senasib sepenanggungan dan bersama-sama ingin mengentaskan diri. Berkat semangat solidaritas tersebut,buruh seantero Polandia bergerak bersama-sama melakukan tuntutan perbaikan nasib, dan akhirnya perjuangannya tidak sia-sia. Kemenangan pergerakan buruh tersebut dikenang hingga saat ini, bahkan kata solidaritas selalu menjadi penyemangat bagi gerakan-gerakan buruh untuk melawan tirani kapitalis. Kala itu, pergerakan buruh di Polandia sebenarnya menjadi phenomena yang unik. Menjadi unik karena sebagaimana diketahui Polandia adalah salah satu Negara Eropa yang cenderung ke blok soviet dengan paham komunisme-nya, bagaimana mungkin ada pergerakan buruh dinegara komunis? Tapi itulah realitanya, artinya di negara komunis pun tirani kapitalis sangat mungkin terjadi, apalagi di negara yang pengaturan kehidupan ekonominya dikuasai kapitalis seperti Indonesia meskipun meletakkan Pancasila sebagai dasar negara. 


Melawan Kapitalis


Meskipun dinegara maju kapitalis sudah mulai merubah bentuknya menjadi kapitalis yang berkelimpahan sosial (compassionate capitalism), namun kapitalis di negara dunia ketiga masih menampakkan wujud aslinya, yaitu sebagai kekuatan modal yang mungkin saja menerjang sendi-sendi kemanusiaan demi keuntungan modal yang ditanamkan itu sendiri. Kapitalis dalam wujud asli ini kini mewabah di Indonesia, buruh dan tenaga kerja ter-subordinasi-kan dalam mesin2 produksi, kehidupan sosial diwarnai hedonisme dengan menonjolkan kehidupan individualistis yang sinis terhadap masyarakat yang "kalah" dan termarjinalisasikan. Dalam realitas di perusahaan, secara kasat mata dapat dilihat perbandingan berapa pendapatan direktur dan berapa pendapatan buruh rendahan, suatu kesenjangan (disparity) yang tidak masuk akal !! Luar biasa memang kekuatan kapitalis dalam menghajar sisi kemanusiaan, namun jangan pesimistis dahulu, sama seperti phenomena semesta yang selalu mencari kesetimbangan baru, virus kapitalis bukannya tidak bisa dilawan, ia bisa dilawan, yaitu dengan gerakan sosial atau gerakan masa atau gerakan buruh !!. Gerakan ini menjadi satu-satunya kekuatan ampuh melawan kapitalis, karena gerakan ini memberi penyadaran kepada setiap individu manusia bahwa kapitalis ternyata hanya menguntungkan sebagian kecil golongan dan menyengsarakan sebagian besar masyarakat. Bagai rusa yang selalu merindukan air, gerakan buruh tak bisa lepas dari kebersamaan, kebersamaan dalam merasakan nasib dan penderitaan, kebersamaan dalam memperjuangkan kesejahteraan, dan kebersamaan dalam menjunjung harkat martabat manusia. Kebersamaan yang dengan kata lain adalah solidaritas inilah yang menjadi kunci suksesnya gerakan sosial buruh seperti yang terjadi di Polandia. Tanpa kebersamaan, mustahil perjuangan dapat tercapai, semakin solid semakin kuat. Kebersamaan laksana lidi-lidi yang mudah patah namun kalau disatukan menjadi sapu lidi yang kokoh yang tidak mudah dipatahkan begitu saja. Karenanya, jika sampeyan-sampeyan ingin berjuang mencapai tujuan bersama, tanyakan pada diri sendiri, adakah kebersamaan itu hadir dan hidup diantara kita? Kebersamaan yang berarti membuang ke-aku-an dan mengutamakan kepentingan bersama Fokus pada perjuangan Cukupkah hanya dengan kebersamaan? Jawabnya tidak, kebersamaan hanyalah semacam bahan bakar, ia menjadi efektif kalau terbakar api. Apinya adalah fokus pada perjuangan. Kalau sudah ada kebersamaan lalu fokus pada perjuangan, niscayalah kapitalis segera terpanggang menjadi abu, menyatu dengan tanah yang terpijak oleh para pejuang kemanusiaan. Fokus pada perjuangan inilah yang harus terus dipelihara. Fokus berarti memusatkan diri/mengkonsentrasikan diri pada satu hal, tidak melayani (entertain) pihak2 yang berbeda perjuangan, dan bahkan tidak mencampuri urusan pihak2 yang berbeda pandangan tentang perjuangan. Oleh karenanya, fokuslah pada perjuangan, meski pahit akan selalu datang menyertai !!! 

Menuju Kemenangan 

Tak bisa lagi dipungkiri, solidaritas dan fokus pada perjuangan lah yang menjadi kunci sukses gerakan buruh. Namun perlu diingat, dua hal tersebut sebenarnya hanyalah sarana, sarana dalam mencapai kemenangan sejati atas virus-virus kapitalis. Kemenangan buruh sejati bukanlah berarti buruh berkuasa penuh atas jalannya perusahaan atau memaksa perusahaan milik kapitalis itu berhenti dan gulung tikar. Kemenangan buruh sejati berarti kemenangan jiwa-jiwa kemanusiaan, jiwa yang mandiri, mengenal jatidirinya, dan jiwa yang penuh kemerdekaan dalam berkarya. Buruh bukanlah mesin produksi yang semata dimanfaatkan oleh pemodal, tapi buruh adalah asset yang bekerja untuk Perusahaan demi masa depannya sendiri dalam menggapai kesejahteraan. Pada akhirnya, dengan kemenangan buruh maka kerinduan itu akan terwujud, yaitu di bumi tercinta ini kita akan mendapati setiap anak bangsa yang bekerja menjadi buruh dimanapun berada dapat berbusung dada dengan mengatakan "kami bukanlah beban atau liabilities bagi Perusahaan, tapi kami adalah asset, oleh karenanya hargailah kami sama seperti kami menghargai Perusahaan...". 

MAY DAY...MAY DAY...MAY DAY... SELAMAT HARI BURUH….!!! TEGAKKAN SEMANGAT SOLIDARITAS... !!! -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terima kasih atas responnya